Beranda | Artikel
Manusia Terburuk di Sisi Allah: Ciri yang Sering Diremehkan – Syaikh Saad Al-Khatslan #NasehatUlama
9 jam lalu

Dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah orang yang ditinggalkan manusia karena mereka menghindar dari ucapan kejinya, atau demi menghindari keburukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis ini terdapat isyarat bahwa siapa pun yang memiliki sifat seperti ini berada dalam bahaya besar. Yaitu orang yang lisannya kasar dan tajam, serta ucapannya menyakiti orang lain. Sehingga orang-orang menghindarinya dan bersikap waspada terhadap sikap buruknya.

Orang seperti ini termasuk manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat. Artinya, apabila kondisi seseorang telah sampai pada titik ini di mana manusia menghindarinya karena keburukan akhlaknya, maka ia sedang dalam bahaya besar.

Penyifatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang seperti ini
merupakan penyifatan yang sangat keras: “Manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat.” Ini adalah penyifatan yang sangat keras. Orang seperti ini dapat kita temui di masyarakat. Kita temui ada orang-orang yang lisannya tajam dan pedas, sehingga semua orang berusaha menjauh darinya.

Kamu lihat, tidak ada orang yang menyapanya dan duduk dengannya, serta tidak berbicara dengannya dengan leluasa, melainkan berbicara dengan penuh kehati-hatian. Orang seperti ini sangat genting posisinya di sisi Allah. Bahkan, sifat yang disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan sifat yang sangat keras: “Manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat.” Ini karena dia menyakiti orang-orang dengan lisannya yang pedas, dan terkadang, luka akibat ucapan lebih menyakitkan daripada luka akibat perbuatan.

Oleh sebab itu, Allah Ta’ala berulang kali berfirman, “Maka bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan.” (QS. Thaha: 130). Dan ungkapan ini lebih sering disebutkan daripada perintah untuk bersabar atas apa yang mereka lakukan. Gangguan kaum Quraisy terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, apakah lebih banyak melalui perbuatan atau ucapan? Jawabannya: lebih banyak melalui ucapan. Adapun gangguan secara fisik, seperti meletakkan jeroan unta di atas kepala beliau saat shalat, hanya sekali, gangguan ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan ucapan. Gangguan melalui ucapan, dalam banyak keadaan, lebih menyakitkan dan lebih membekas daripada gangguan melalui perbuatan.

=====

وَفِي قَوْلِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ أَوْ اتِّقَاءَ شَرِّهِ

هَذَا فِيهِ إِشَارَةٌ إِلَى أَنَّ مَنِ اتَّصَفَ بِهَذِهِ الصِّفَةِ فَهُوَ عَلَى خَطَرٍ عَظِيمٍ وَهُوَ أَنْ يَكُونَ سَلِيطًا فِي لِسَانِهِ حَادًّا فِي كَلَامِهِ فَيَحْذَرُهُ النَّاسُ وَيَتَّقُونَ شَرَّهُ

هَذَا مِنْ شَرِّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي إِذَا وَصَلَتْ حَالَةُ الإِنْسَانِ لِهَذِهِ الدَّرَجَةِ أَنَّ النَّاسَ تَتَحَاشَاهُ لِأَجْلِ سُوءِ خُلُقِهِ فَهَذَا عَلَى خَطَرٍ عَظِيمٍ

وَوَصْفُ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لَهُ بِهَذَا الْوَصْفِ وَصْفٌ شَدِيدٌ شَرُّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ هَذَا وَصْفٌ شَدِيدٌ وَهَذَا نَجِدُهُ فِي الْمُجْتَمَعِ نَجِدُ بَعْضَ النَّاسِ عِنْدَهُ سَلَاطَةُ اللِّسَانِ وَحِدَّةُ اللِّسَانِ وَكُلٌّ يَتَحَاشَاهُ

مَا تَجِدُ أَحَدًا يُسَلِّمُ عَلَيْهِ وَلَا يَجْلِسُ مَعَهُ وَلَا يَنْبَسِطُ مَعَهُ فِي الْحَدِيثِ وَإِنَّمَا يَتَكَلَّمُ مَعَهُ بِحَذَرٍ شَدِيدٍ فَهَذَا يَعْنِي أَمْرُهُ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ بَلْ يَعْنِي هَذَا الْوَصْفُ الَّذِي ذَكَرَهُ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ هُوَ وَصْفٌ شَدِيدٌ شَرُّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِأَنَّهُ يُؤْذِي النَّاسَ يُؤْذِي النَّاسَ بِسَلَاطَةِ لِسَانِهِ وَأَحْيَانًا يَعْنِي أَذِيَّةُ الْقَوْلِ أَشَدُّ مِنَ الْفِعْلِ

وَلِهَذَا نَجِدُ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى كَثِيرًا مَا يَقُولُ فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ كَثِيرًا أَكْثَرَ مِنْ قَوْلِهِ اصْبِرْ عَلَى مَا يَعْمَلُونَ وَيَفْعَلُونَ يَعْنِي أَذِيَّةُ قُرَيْشَ أَكْثَرُهَا هَلْ بِالْفِعْلِ أَوْ بِالْقَوْلِ لِلنَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَكْثَرُهَا بِالْقَوْلِ بِالْفِعْلِ وَضَعُوا سَلَى فِي الصَّلَاةِ عَلَى رَأْسِهِ مَرَّةً وَاحِدَةً سَلَى الْجَزُورِ يَعْنِي هَذِهِ الْأَذِيَّةُ أَقَلُّ مُقَارَنَةً بِالْقَوْلِ أَذِيَّةُ الْقَوْلِ أَحْيَانًا أَشَدُّ وَأَنْكَى مِنْ أَذِيَّةِ الْفِعْلِ


Artikel asli: https://nasehat.net/manusia-terburuk-di-sisi-allah-ciri-yang-sering-diremehkan-syaikh-saad-al-khatslan-nasehatulama/